“KEAJAIBAN ITU ADA” Kisah Nyata Seorang Air Traffic Controller

November tanggal 13 tahun 2007, kebetulan waktu itu dines pagi di tower.Jam menunjukkan jam 12.15 wita,perut dah mulai krucuk krucuk ,masih tetap ngontrol walau mulut dah mulai meniren ngoceh di 118,1 sejak pagi. ( nunggu bentar lagi yang ‘ngaplus’ siang dateng ‘batinku’). Traffik siang itu lumayan rame ,beberapa pesawat minta pushback,ada yang mau approach di final,ada juga helikopter hilir mudik dari airport ke rig kayak angkot,dan ada satu strip putih ( helicopter HU500 ) mau profcheck katanya. Hmmm touch and go neh.

Kira kira jam 12.20 PKFLJ ( heli ) mulai contact…request start engine. kemudian minta air taxi ke helipad ,dan request touch and go .Setelah ready, he said ( kurang lebih percakapannya seperti ini ) : ‘ Sepinggan Tower ,PKFLJ on helipad 3 ,ready for departure ‘
Tower : PKFLJ take off directon 25 Right hand circuit , right turn after cleared for take off.
PKFLJ : Right turn cleared for take off FLJ.
Sampai dengan detik itu semua normal normal saja, Saya masih ingat,heli itu take off ,up wind leg,trus belok kanan join right down wind. ( aman batinku ). ku alihkan perhatian ke pesawat yang di taxiway dan di final.

Beberapa detik kemudian terdengar ‘calling'( yang saya yakin ) setiap ATC manapun tidak mau mendengarnya .PKFLJ : MAYDAY MAYDAY MAYDAY..Sepinggan Tower PKFLJ engine fail… krsksksksks… . dengan tenang ( walau gemetaran sebenarnya ) kujawab : ROGER mayday..PKFLJ go ahead…PKFLJ: Sepinggan tower …ee… we will landing in open area…krsksksksk….tuttt…TOWER : PKFLJ sepinggan tower confirm will landing in open area?…… dan kulihat heli itu turun di setengah downwind… sampai hilang di balik pepohonan.

Kupanggil heli itu berkali kali berharap ada jawaban dari sang Pilot,
TWR : PKFLJ SEPINGGAN TOWER… ( NO ANSWER )..
TWR : PKFLJ SEPINGGAN TOWER….( semua yang di frekwensi diam beberapa saat )
sampai teman disampingku menepuk punggungku dan berkata ‘ HELI itu sudah jatuh Pong ‘. Saat itu aku terdiam.. “Tidak ada yang selamat jika Helicopter jatuh di darat , teringat kalimat terakhir sang Pilot, jika dia meninggal akulah orang yang terakhir kali berbicara dengan dia”. detak jantung mulai ndak normal…deg deg deg..ku ambil napas dalam dalam.

Sementara diluar suara sirine mobil PKPPK meraung raung ,HT berisik dengan koordinasi antara tower,PK,manager,ADM,security.
Gemetar kaki ini, tapi traffic yang lain masih banyak.. sambil kutenangkan hati dan pikiran, kulanjutkan mengatur pesawat yang lain,disaat yang sama bukan hanya heli itu saja yang harus dilayani,ada yang harus di kasih landing clearance,beberapa pesawat minta taxi , pushback,etc..Mau minta ganti,temen satu shift juga sama sibuknya berkoordinasi.. sampai 15 menit kemudian ,mic kutaruh..diganti sama yang dines siang.

Duduk termenung aku di sofa belakang desk tower. ( ndak ada rest room di tower ).Im down.Aneh memang ,padahal selama proses emergency ,aku hyper focus,aku tetap berusaha sigap,cepat, dan tetap tenang.Teman teman satu grup saat itu juga sangat responsif , cepat menghubungi pihak pihak yang terkait,memberi tahu last position Heli sebelum jatuh ke SAR,PKPPK,juga selalu memonitor perkembangan pencarian heli yang jatuh menit demi menit ,sambil tetap harus melayani traffic yang lain. Tapi setelah semua selesai dan ada kesempatan menghela napas panjang, saat itulah perasaan terberat yang pernah kualami ( mungkin teman teman satu shift pagi itu drop juga ).Di dalam hati aku masih berdoa semoga pilot heli itu masih selamat.

Kuambil HP,niatnya mau telpon istri dirumah. Tapi ndak kuat rasanya mulut ini mau bercerita,akhirnya hanya kukirim sms…’Ma, aku pulang telat ,ada heli jatuh di balikpapan baru,nanti ceritanya’. dia jawab: Iya.
masih termenung di tower, menunggu kabar dari tim PKPPK yang mecari lokasi heli jatuh tadi. Perasaan ndak karuan.

Sejam kemudian,akhirnya kita mendapat kabar bahwa heli itu jatuh di rawa rawa dekat perumahan penduduk dan ajaibnya… 2 pilot on board selamat serta tidak mengalami cedera serius walaupun heli rusak berat sampai terbelah dua. Alhamdulillah, Keajaiban itu ternyata ada.

Sore harinya,sang Pilot ( berdua ) datang ke gedung operasi LLP untuk melaporkan kejadian itu ke management LLP bandara Sepinggan. Kusempatkan datang menemui pilot tersebut di rest room sekedar memastikan bahwa mereka berdua baik baik saja.Kujabat tangan sang pilot yang masih gemetar dan kubilang selamat capt,anda beruntung. Dan dia bilang, terima kasih mas atas bantuannya. ALLOH masih sayang sama kita.

Beberapa hari kemudian KNKT datang, diinvestigasi..diwawancarai ini itu…buat laporan,buka rekaman… hufft. sangat melelahkan.Walaupun dugaan awal penyebab nya adalah karena engine rusak,tapi karena kita yang terlibat di dalam peristiwa itu,kita juga tetap harus patuh kepada aturan.,dan harus bersedia memberikan data data yang dibutuhkan KNKT.
( kurang tahu juga hasil KNKT seperti apa ,mungkin juga engine fail masalahnya)

Perlu sekitar sebulan untuk menghilangkan perasaan trauma terhadap peristiwa itu, ada perasaan tidak nyaman setiap mendengar suara helikopter. Alhamdulillah sekarang sudah mulai terbiasa,dan tetap ndak berani naik helikopter.hehehehe.

lesson learned
Orang bijak bilang..Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Setelah peristiwa itu, sebagai seorang controller ,saya harus selalu lebih berhati hati dalam bekerja,lebih responsive,lebih flexible, lebih mendengarkan apa yang pilot sampaikan,selalu memberikan saran yg terbaik buat pilot,dan tentunya lebih tenang saat ‘on mic’.

So,this is what it is like being Air traffic controller for a plane that crashed.20171009_083817.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s