BANDUNG PAGI ITU

Pagi itu seperti biasa setelah bangun pagi , jam setengah 6 aku keluar dari lobby hotel tempat aku rapat acara kantor . Kuambil napas dalam dalam menghirup udara pagi sambil kulangkahkan kaki menuju taman di kota kembang . Kususuri jalan yang bersih dan rapi. Bunga warni warni di pinggir jalan , bunga gantung yang terawat rapi terlihat sangat menyejukkan hati ,ditàmbah kursi taman yang nyaman dan ayunannya. Tidak terasa sudah hampir setengah jam aku berkeliling, jalan yang awalnya masih lengang kini sudah mulai menunjukkan denyutnya. Kendaraan mulai hilir mudik di jalan yang masih basah sisa hujan semalam.

Beberapa orang terlihat joging di taman yang asri . Beberapa terlihat ada yang duduk duduk di kursi taman bercengkrama dengan beberapa temannya. Ada pedagang kaki lima yang mulai membuka lapak dagangannya. Kuhampiri bapak itu dan bertanya , ” permisi pak, mau nanya kalau Gedung sate jauh ndak ya dari sini ?. “. “Oh.. agak jauh mas.. mas jalan aja ke arah kanan.. kira kira 3 kilo lah. Lumayan mas. Tapi jam segini disana udah ramai , banyak yang poto poto “. Jawab si bapak. ” Makasih pak “.. kulanjutkan langkahku mengelilingi taman kota itu. Kuurungkan niatku ke gedung sate , 3 kilo?.. kaki dah mulai capek , keringat sudah mulai membasahi bajuku. Akhirnya kudapati kursi taman kosong. Kuberhenti sejenak dan duduk menikmati taman dan melihat lalu lalang kendaraan yang mulai banyak.
Tak lama , ada seorang bapak bapak dengan baju training datang menghampiriku. ” Maaf mas , mau nanya boleh ?. “. ” Oh Silahkan pak “.jawabku. “begini mas , saya itu dari luar kota baru datang tadi malam , saya mau tanya , mas tahu Pusdai?..” tanya si bapak itu. ” pusdai pak?.. oh saya pernah kesana pak. Tapi saya lupa jalannya. Saya juga bukan orang asli sini kok pak ” jawabku. Kemudian dia mulai memperkenalkan diri , asalnya dari daerah sumatra, tapi sudah lama kerja di timur tengah di bagian perminyakan. Katanya , dia sebagai wakil dari perusahàan minyak dan dapat tugas dari perusahaannya untuk memberikan dana hibah ke masjid masjid di wilayah indonesia. Siapa saja yang membutuhkan pembiayaan pembangunan masjid, renovasi, yayasan islam, pesantren..asal ada proposal dan disetujui oleh bapak itu maka perusahaan akan mengucurkan dana hibah.

Tak lupa si bapak mulai menawarkan program hibah itu ke saya. Tapi saat itu aku masih pikir pikir sambil menyelami cerita si bapak.Tak lama setelah itu kebetulan lewatlah seorang bapak dengan memakai topi, dengan sigap, si bapak dari sumatra itu memanggil ” pak maaf, mau nanya bapak tahu Pusdai di mana ya “. “Oh. Saya tahu pak ( jawab si bapak bertopi ). Bapak mau ke pusdai ? Kebetulan rumah saya dekat pusdai. Kita bisa bareng kesana “( lanjut si bapak bertopi). Kemudian si bapak dari sumatra mengajak aku untuk ikut nemani dia. Karena sudah terlanjur kenal dan ngobrol, maka kuputuskan untuk ikut si bapak ke pusdai. ( sekalian jalan jalan menurutku, mumpung masih pagi, jalan belum macet ).

Sejurus kemudian si bapak sudah dijemput sama sopirnya. Kemudian kita bertiga terlibat obrolan yang menarik di dalam mobil. Si bapak yang dari sumatera tersebut kembali menceritakan tentang dirinya bahwa dia adalah perwakilan dari perusaahan minyak di timur tengah yang sudah beberapa tahun bertugas memberi dana hibah ke masjid masjid di Indonesia. Sedangkan si bapak bertopi bercerita kalo dia adalah pengusaha properti di jakarta.
Jam di tangan masih menunjukkan pukul 06.10 waktu itu. Jalanan masih lengang. Setiba di pusdai kita terlibat perbincangan seputar dana hibah untuk masjid dan si bapak dari sumatra semakin intens menawarkan program itu ke saya. Tiba di suatu waktu, dia mengajak bapak ber topi untuk mampir ke atm dekat pusdai untuk menunjukkan saldo rekening tabungan perusahaannya yang berisi uang 100 milyar. Biar meyakinkan kita, si bapak minta kita untuk membuktikan kalo di rekeningnya ada dana sebesar itu. Setelah dari ATM, kita bertiga jalan lagi naik mobil kembali ke taman kita tadi bertemu . Tapi di perjalanan aku minta berhenti sebentar di depan gedung sate, lumayanlah bisa minta dipotoin sama si bapak .

Setelah poto poto sebentar , kita jalan lagi ke arah taman kota. Di dalam perjalanan di mobil, si bapak dari sumatra semakin intens bertanya apakah aku membawa atm , dan dia ingin tahu kira kira bisa tidak atm ku nanti bisa menerima transfer dana hibah dari dia. Hmmmm.. mulai detik itu , aku langsung sadar bahwa aku semobil dengan komplotan penipu.( otak berpikir kencang) Dengan tenang aku jawab. ” Saya kebetulan tidak bawa dompet pak, bisa antar saya ke hotel dulu buat ambil atm. Setelah itu kita bisa transaksi ke atm buat mencairkan dana hibah buat masjid saya di kalimantan, kebetulan masjid di kampung saya sedang renovasi dan saya kenal dengan pengurus masjidnya” ( padahal dompet dan hp ada di kantong celana ). Sejurus kemudian kita tiba di hotel. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih sudah diantar ke hotel. “Tunggu saya sebentar ya pak, saya minta nomer hp nya. Siapa tahu nanti saya agak lama ke kamar hotel”.

Bergegas aku naik ke kamar. Kubuka pintu kamar dan kutelpon si bapak. ” pak maaf saya tidak bisa masuk kamar.. kunci dibawa teman saya.. jadi saya tidak bisa ambil atm dan dompet saya, Lain kali aja ya pak.. nanti saya hubungi”.Dan dengan menutup telponnya si bapak bilang ‘ ok mas.. lain kali aja ya hubungi saya. Hmmm.. hampir saja kena tipu sama komplotan penipu. Beruntung aku bisa berpikir tenang dan tidak panik. Setelah beberapa hari, aku telpon nomer si bapak..sudah tidak akti sampai sekarang. Hanya poto di depan gedung sate lah saksi bahwa aku pernah di potoin sama komplotan penipu .
#tetepelinglanwaspodo#
#nipupenipu #

17523095_10210492880933161_4259160090508383560_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s